Tiada sifat seindah para pemaaf, tiada sifat selembut para pemaaf, tiada jiwa yang penuh belas kasih kecuali mereka para pemaaf, tiada khal sejernih para pemaaf, tiada prasangka terbaik melebihi mereka pemaaf.
Ihwan, tentunya di dunia ini anda pernah disakiti, diusik ketenangan hatinya, atau bahkan dihianati. Tentu, karena mereka yang menyakiti anda ialah mereka yang dikirim Tuhan untuk mendewasakan anda. Kehidupan ini berproses, ada setiap perkembangan yang kadang datangnya tidak kita sadari. Selayak itulah pendewasaan jiwa. Manusia di dewasakan Tuhan dengan berbagai cara, dihina, dicela, direndahkan, diusir, atau apapun itu yang mendatangkan sakit hati, kadang pula berupa penghinaan dan ketidak setiaan yang menjadikan hati jatuh dan lemah.
Semua hal itu ialah sebuah proses. Darimanapun dan darisiapapun rasa sakit hati itu mendera, ingatlah, bahwa engkau ialah jiwa yang sedang di bimbing Tuhan untuk menjadi kuat yang berujuang pada keindahan. Maka, memaafkan ialah jalannya, memaafkan ialah kuncinya, dan memaafkan ialah pintunya. Semua kedewasaan hati dimulai darinya, karena memaafkan ialah kesabaran, memaafkan ialah penerimaan, memaafkan ialah berbaik sangka, memaafkan ialah ketabahan, memaafkan ialah rasa syukur, memaafkan ialah penjernihan, memaafkan ialah kerelahan dan memaafkan ialah keikhlasan. Karenanya memaafkan ialah suatu hal yang sangat sulit.
Ikhwan, kadang kala kita diselimuti oleh prasangka buruk, amarah, dan kebencihan. Sering Kita keburu berburuk sangka sebelum mencari tau akar permasalahannya, tak jarang kita marah, sebelum memetik pelajaran darinya, dan kerap kita benci sebelum menuai hikmah daripadanya. Sehingga mengalirlah rasa sakit hati yang mendera dalam kalbu, hingga lahirlah dendam dan penuntutan balas, yang hanya akan mengotori dan mengerdilkan hati anda. Dan perlu anda tau bahwa hal ini akan continue terjadi, inilah yang menjadikan hati anda sensitif, mudah sakit hati, mudah marah, dan mudah berprasangka. Ingatlah! Memaafkan ialah balas dendam terbaik.
Sebenarnya simpel, memaafkan ialah solusi simpel yang memberikan perubahan besar dalam kondisi hati anda, dan juga hidup anda. Orang yang mudah memaafkan jauh lebih disenangi, disayangi dan dicintai daripada mereka yang sulit memaafkan. Hidup mereka jauh lebih bahagia dibanding mereka yang berat dalam pengampunannya. Contohlah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, hinaan apa yang lebih hina daripada dilempari kotoran hewan, diludahi kepalanya, dilempari batu sampai berdarah-darah? Yah, nabi mengalaminya, nabi merasakannya, dan hebatnya beliau selalu memaafkan. Okkey, kita memang bukan Nabi, tapi setidaknya kita berusaha mencontohnya meski hanya secuil debu.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:
"dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (Ali-imran: 134)
Memaafkan itu berat, memaafkan itu sulit, namun tidak memafkan, malah akan memberatkan dan menyulitkan kehidupanmu. Karena cobaan dan ujian ialah dari Tuhan, maka kembalikan semuanya pada-Nya dengan penerimaan setulus hati.
Memaafkan itu indah, karenanya memaafkan hanya dimiliki, dan mampu dilakukan oleh jiwa-jiwa yang berkelas....