Selasa, 20 Juni 2017

KATARAK (Ketika Cahaya Tak Lagi Ku Lihat)

Katarak merupakan penyakit mata di mana lensa yang jelas mata menjadi keruh atau buram, menyebabkan penurunan penglihatan. Katarak menjadi penyebab paling umum kehilangan penglihatan atau kebutaan pada orang di atas usia 40 tahun dan merupakan penyebab utama kebutaan di dunia. Bahkan, ada lebih banyak kasus katarak di seluruh dunia dibandingkan glaukoma, degenerasi makula dan retinopati diabetes. (Lihat: ahlinyapenyakitmata.web.id).

Bukan hanya mata fisik. Katarak pun juga menyerang hati, menjadikan lensa hati menjadi keruh, sehingga menyebabkan kaburnya penglihatan hati bahkan terjadi kebutaan mata hati. Dan jika hal itu terjadi, maka yang tampak pada lensa hati hanyalah kegelapan sedang cahaya terang benderang akan hilang.

Katarak hati muncul dari cinta duniawi. Kecintaan akan alam benda beserta perhiasannya menjadikan daki-daki bermunculan pada lensanya. Semakin besar cinta tersebut maka semakin banyak daki yang dihasilkannya hingga tertutup semua lensanya, dan hilang penglihatannya (Lihat, QS. 63:9). Kecintaan pada alam benda ini tidak lain ialah kecintaan yang salah. Karena kecintaan pada alam fisik merupakan keciintaan pada yang sementara, pada yang semu, dan pada yang rusak. Sedang mengabaikan kecintaan pada yang kekal abadi Allah Swt.

Daki-daki yang bermunculan itu akan semakin banyak dan semakin menutupi lensanya. Maka tidak akan tampak lagi cahaya hakiki, cahaya abadi, cahaya yang terang benderang, dan yang tampak hanya kegelapan. Tidak tampak Allah dari pandangan hatinya, melainkan hanya gelapnya perhiasan-perhiasan kesenangan duniawi, yang dapat menjerumuskan pada keburukan, kedurhakaan, kemaksiatan dan dosa. Maka tujuan dari setiap perjalanannya hanya berputar-putar ditempat itu (duniawi).

Al-Arif billah Syaikh Tajuddin Ahmad Ibn Atha' berkata: "Bagaimana akan dapat bercahaya hati seseorang yang gambar dunia ini terlukis dalam cermin hatinya. Bagaimana berangkat  menuju kepada Allah, padahal ia masih terbelenggu oleh nafsu syahwat. Bagaimana akan dapat masuk menjumpai Allah, padahal ia belum bersih dari kelalaian. Bagaimana ia berharap akan mengerti rahasia yang halus dan tersembunyi, padahal ia belum taubat dari kekeliruannya." Sungguh dunia ini adalah penutup yang menghalangi hamba pada Tuhannya yang agung. Mengurung dia, membelenggu dia, membui dia pada gelapnya tabir kebutaan hatinya. Hingga tiada tampak dalam hatinya melainkan hanya kegelapan-kegelapan yang nyata.

Ya, semua karena daki-daki cinta duniawi, yang menumbuhkan 'Katarak' pada lensa hati, hingga hanya kegelapan yang tampak menyelimuti, dan cahaya terang benderang terlihat tanpa arti.

Catatan: Agus Syairofi

Senin, 19 Juni 2017

TENTANG KITA

Sampai detik ini, ketika raga tak sekokoh saat pertama aku menatap wajah mu. Saat kata cinta saling terucap dari bibir manis kita di tengah dahsyatnya perasaan yang membuat hati ini takluk oleh mu. Mata mu membuat ku tak mampu berkata. Ketika kekar dada membusungkan kekuatannya, untuk menjaga ragamu dari tangis air mata. Kala itu, tentang kita.

Waktu, perlahan mengambil semua dari keindahan kita. Tak terasa dari kecantikan mu kala itu, kini semua berubah. Wajah mu mungkin tak semanis dulu, dan helai lembut rambut mu tak sehitam dulu. Kala mata kita saling bergulat dalam tatapan tak wajar. Dan hati mengikat dalam ikatan penyerahan. Saat tiada kau dan aku melainkan kita. Entah kini kau dimana. Aku terbaring dengan sayatan rindu yang membuatku tak berdaya.

Masih tampak jelas gurisan itu. Aku disamping mu dan kau disampingku. Kala kau sandarkan mahkota cantik mu pada rebahan tahta dibahu ku. Indra kita saling menatap samudra yang bersatu dengan langit biru. Masih sangat terasa lembut pasir yang kita pijaki. Hembus angin yang menggoyahkan ranting pohon sedang kita berteduh di bawahnya. Daun-daun kering berguguran menyelimuti setiap pandangan kita. Suara lekat deru ombak bergemuruh, airnya menggenangi kaki kita. Jemari kita bersahutan mendengar haru biru keluh kesah kita tentang masa depan. Saat keyakinan di uji dengan kondisi yang begitu rumit. Berkaca-kaca mata mu seakan ia bercerita tentang cinta. Jeritnya menghembuskan ketulusan. Lembut suara mu, membisikkan kesejukan hingga membelai dalam relung kalbu. "Mungkin pandangan kita tak mampu menjangkau horizon dunia. Tapi keyakinan kita menembus langit yang tinggi. Aku akan selalu disampingmu."

Tak ada yang bisa dilakukan oleh otak si tua rentah ini. Ia bukan lagi pangeran perkasa yang tak ingin melihat kekasihnya bersedih terlebih menitihkan air mata. Ia hanya menanti kedamaian diakhir senjanya. Dan pergi dengan kenangan indahnya. Kenangan yang tak akan pernah terhapus oleh waktu. Tentang perjuangan. Tentang pemahaman. Tentang teka-teki yang coba kita terjemahkan. Tentang aku dan kamu....

....Tentang kita....

16 April 2067: Ofi Muhammad

LAILATUL QADR UNTUK KAMU YANG CANTIK DAN GANTENG

Good night bro. Apa kalian sudah bersiap-siap untuk bermesrah dengan tanah malam ini? Yaps, malam ini salah satu malam ganjil di akhir ramadhan yang banyak riwayat yang mengabarkannya menjadi salah satu malam yang berpotensi diturunkannya Lailatul Qadr, yang keutamaannya melebihi usia antum semua.

Asal kalian tahu kalau menegakkan lailatul qadar adalah sebagian dari iman. 'Menegakkan' memiliki dua arti, yaitu arti secara dzahir dan arti secara batin. Arti secara dzahir yaitu menghidupkan dan menghiasinya dengan amaliyah-amaliyah peribadatan. Baik itu i'tiqaf, shalat, berdzikir ataupun membaca Al-Quran. Dan arti secara batin ialah menghidupkan dengan keimanan dan pengharapan ridlo pada-Nya. Keduanya merupakan seperangkat yang tidak bisa dipisahkan. Karena jika dipisah salah satunya, maka satunya tak berfaedah.

Guys, selain itu lailatul qadr merupakan kartu joker kita untuk menambal kerumpalan 11 bulan yang terlewat. Bukan hanya itu fadilahnya bahkan dikatakan lebih baik dari jatah usia kita yang singkat itu. Malam tersebut juga difasilitaskan khusus hanya untuk umat Muhammad Saw yang pendek usianya dan lemah tubuhnya. Ia diperuntukkan sebagai penyetara kuantitas usia umat terdahulu, namun dengan kualitas yang lebih terjamin.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (سورة القدر: ٣)

"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (Al-Qadr: 3)

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Al Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menegakkan lailatul qodar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu".  (Riwayat imam Bukhari, dari Abu Hurairah).

Maka darinya, jangan biarkan syahwat tidur dan kemalasan harus membuangnya sia-sia. Karena ia bagaikan primadona cantik/atau primadono ganteng yang disediakan, khusus untuk kamu yang cantik dan ganteng juga. Hamba yang cantik dan ganteng yaitu hamba yang selalu mementingkan Tuhannya dari segala sesuatu apapun.

Hamba yang cantik dan ganteng itu kamu, iya kamu....

Catatan: Agus Syairofi

Minggu, 18 Juni 2017

JANGAN REMEHKAN TAKJIL? (Sang PPT)

Menurut bahasa kata ta'jil ialah dari bahasa arab (عجل-تعجيل) yang berarti 'tergesa-gesa; bersegera'. (lihat: kamus al munawwir, edisi 2: 900). Sedangkan menurut istilah ialah menyegerakan untuk melakukan suatu hal dengan tidak menangguhkan nya. Pada konteks puasa ta'jil ialah menyegerakan berbuka ketika matahari sudah tenggelam (masuk maktu maghrib).

Ta'jil merupakan salah satu sunnah puasa. Karena Nabi telah mengajarkannya. Dalam beberapa riwayat kami mengutip dari Imam Nasa'i dengan derajat hadits Shahih:

"dari Abu 'Athiyyah dia berkata; aku dan Masruq masuk menemui 'Aisyah lalu kami berkata kepadanya; "Wahai Ummul Mukminin, ada dua sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; salah seorang dari keduanya menyegerakan berbuka dan menyegerakan shalat, sedangkan yang lain mengakhirkan berbuka dan mengakhirkan shalat?" Ia bertanya; "Siapakah di antara keduanya yang menyegerakan berbuka dan menyegerakan shalat?" kami menjawab; "Abdullah bin Mas'ud." Aisyah berkata; "Demikianlah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukannya. (Riwayat Imam Nasa' i).

Ada suatu bagian dari ta'jil yang terkadang kita anggap remeh. Namun ternyata dibaliknya menyimpan suatu kegungan besar. Hal itu kami sebut  dengan 'PPT', Para Pemberi Takjil.

Ketahuilah bahwa memberi ta'jil bukan-lah suatu tindakan yang memerlukan modal besar, namun sangat besar keutamaannya bila dibandingkan modalnya. Memberi ta'jil tidak harus sebuah makanan berat. Dalam salah satu riwayat Nabi Saw mengatakan 'sebiji kurma atau seteguk air' pun yang diberikan saat berbuka puasa kepada orang yang berpuasa sudah merupakan memberi ta'jil. Dengan kata lain, untuk mendapatkan label atau status PPT tak harus mahal. Tak harus bermodal besar. Terpenting, sesuai dengan kemampuan kita.

Lantas, apa saja yang menjadi keutamaan PPT? Berikut ulasannya:

1. Sang PPT diberi pahala sebagaimana pahala orang yang berpuasa, dan tanpa bekurang sedikitpun pahala puasanya.

Sebuah riwayat:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا. (رواه إبن ماجه، عن زيد بن خالد؛ بمرتبة 'صحيح')

Artinya:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun." (Riwayat Ibnu Majjah, dari Zaid bin Khalid dengan kedudukan hadits shahih). Hadits yang semisal juga diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Ad-darimi.

2. Sang PPT diampuni dosa-dosanya serta pahalanya berupa jaminan kebebasan dirinya dari api neraka.

Rasulullah Saw bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "يعطي الله هذا الثواب من فطّر صائما على تمرة او شربة ماء أو مذقة لبن وهو شهر أوّله رحمة وأوسطه مغفرة وأخره عتق من النار ومن خفّف عن مملوك غفر الله له وأعتقه من النار". (كتاب إرشاد العباد: ٣٦٩. راجا موراه فكالوغان).

Artinya:
Rasulullah Saw bersabda: "Allah akan memberikan pahala ini keepada orang yang memberi makan berbuka kepada orang yang berpuasa (meskipun hanya) berupa kurma atau seteguk air terlebih berupa susu. Dan ramadhan ialah bulan dimana awalnya adalah rahmat, pertengahannya ialah ampunan Allah dan akhirannya ialah pembebeasan dari neraka." (Kitab Irsyadul Ibad, hal: 269. Terbitan Raja Murah Pekalongan).

3. Sang PPT akan diberi Allah minum dari air telaga Nabi, yang menjadikannya tidak akan dahaga selama-lamanya.

Dalam riwayat:
"من سقى صائما سقاه الله من حوضى شربة لا يظمأ بعدها ابدا." (كتاب إرشاد العباد: ٣٧٠ . راجا موراه فكالوغان).
Artinya:
"barang siapa yang memberi minum orang yang berpuasa maka Allah Swt akan memberi minum kepadanya dari telaga ku sehingga ia tidak dahaga selama-lamanya." (Kitab Irsyadul Ibad, hal: 270).

4. Sang PPT akan dimintakan ampunan oleh para Malaikat serta diberi sambutan salam oleh sang komandan para malaikat (Jibril A.S).

Dalam sebuah riwayat:
"من فطّر صائما فى شهر رمضان من كسب حلال صلّت عليه الملائكة ليالى رمضان كلّها وصافحه جبريل عليه السلام ليلة القدر ومن صافحه جبريل عليه السلام سرقّ قلبه وتكثر دموعهه" . (كتاب إرشاد العباد: ٣٧٠-٣٧١ . راجا موراه فكالوغان).

Artinya:
"Barangsiapa memberi makan buka puasa kepada orang yang berpuasa di dalam bulan ramadhan, maka para malaikat memintakan ampun atasnya disetiap malam ramadhan dan malaikat Jibril AS bersalaman padanya pada malam Lailatul Qadr. Dan barang siapa yanh disalami oleh Jibril AS maka (tandanya) akan lembut hatinya dan banyak menangis (beribadah dan ubudiyyah kepada Allah Swt)." (Irsyadul Ibad: 370-371).

Dari keseluruhan keagungan yang di dapat PPT, akan menjadi sia-sia jika tidak memenuhi syarat kualifikasinya. Ada beberapa syarat menjadi PPT dan mendapatkan 4 keagungan di atas, beberapa syarat itu ialah sebagai berikut:

Pertama: Registrasikan diri anda sebagai peserta PPT.
Semua keagungan di atas merupakan fasilitas yang diberikan Allah Swt kepada peserta PPT. Sama halnya jika kita ingin menikmati fasilitas jaminan kesehatan, maka kita harus mendaftarkan diri sebagai peserta jaminan kesehatan tersebut. Atau kita masuk pada wisata hiburan wahana, tidak akan bisa menikmati wahana-wahana yang disediakan jika kita tidak meregistrasikan diri dengan membeli tiket masuknya.

Lantas bagaimana mendaftarkan diri sebagai peserta PPT? Sederhana, yakni dengan berpuasa. Status puasa seseorang merupakan hak miliknya untuk turut serta menjadi PPT. Dia akan mendapatkan semua keagungan itu jika ia merupakan orang yang berpuasa. Lalu bagaimana dengan yang tidak berpuasa namun dia memberi ta'jil? Maka apa yang ia lakukan bagaikan bermodal satu juta untuk mendapatkan profit satu juta, akan tetapi, ia malah mengalami kerugian 3 milyar. Mengapa demikian? Karena seseorang yang meninggalkan puasa ramadhan sehari saja tanpa udzur (tidak ada alasan yang dibenarkan agama, seperti sakit atau musafir) maka puasa setahun-pun tidak bisa menutupi atau melunasi sehari yang ditinggalkan tersebut.

Sebuah riwayat, dari Abi Hurairah Nabi bersabda:
"Barangsiapa yang tidak berpuasa sehari dari bulan ramadhan, dengan tanpa ada alasan yang dibenarkan Allah padanya, tidak dalam keadaan sakit, maka tidak dapat menutupinya sekalipun ia berpuasa setahun." (Riwayat Abu Dawud, Nasa'i, Turmudzi, Baihaqi, Ibnu Majah dan Huzaimah. Dari Abu Hurairah).

Bahkan Syaikh Zainuddin Al-Maybari mengatakan, kebanyakan ulama berpendapat bahwa meninggalkan puasa ramadhan sehari, maka wajib hukumnya untuk mengqada'nya dengan berpuasa sebanyak 3 ribu hari. (Irsyadul Ibad, hal: 323). Karenanya jika kita kembalikan, seseorang yang ikut serta PPT tapi berstatus tidak berpuasa maka ia seperti mengalami kerugian 3 milyar dari modal 1 jutanya.

Kedua, ikhlas.
Ikhlas adalah keniscayaan yang mutlak dimiliki oleh hamba yang beramal. Karena semua amal wajib di dasari keikhlasan, Itulah syarat wajib diterimanya amal (Lihat, QS. 98: 5). Sang PPT pun demikian, harus didasari niat yang tulus ikhlas karena mengaharap ridlo Allah Swt, agar semua fasilitas (bonus) tadi diberikan padanya. Jika terselip sedikit saja dalam hatinya ketidak ikhlasan, seperti pencitraan, agar dianggap orang kaya, agar dianggap dermawan dan sosialis, maka lebur semua amaliyahnya dan rusaklah keimanannya.

Rasulullah Bersabda:
"Barangsiapa yang mencari dunia dengan amal akhirat, maka Allah Ta'ala akan menghapus wajahnya dan melebur sebutan baiknya dan menetapkan namanya di dalam neraka." (Kitab Toriqah Ilallah. Hal: 106).

Ketiga, dari harta yang halal.
Beramal baik tapi dengan instrumen atau media haram ialah seperti mensucikan baju dengan air najis. Sia-sia dan tidak berguna. PPT yang memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, namun dari harta yang dia dapatkan dengan cara tidak baik, seperti mencuri, merampok, korupsi, menipu dan lain sebagainya maka semua amalnya akan sia-sia. Dan tidak akan diberikan pula fasilitas PPT padanya.

Keempat, makanan yang diberikan ialah makanan yang halal lagi baik, bukan makanan yang haram dan berbahaya bagi kesehatan.
Jika harta yang diberikan adalah harta yang didapatkan dari jalan yang dibenarkan, maka rupa makanan atau minumannya juga harus yang dibenarkan agama. Makanan dan minuman yang dibenarkan agama ialah makanan dan minuman yang halalan toyyiban (halal lagi baik), bukan makanan dan minuman yang haram seperti: babi, anjing, binatang yang menjijikkan, daging bangkai, khamr, darah, nanah dan air kencing. Atau makanan dan minuman yang berbahaya seperti: makanan basi, kadaluwarsa, racun dan lain sebagainya. Maka semua itu tertolak.

Allah Swt berfirman:
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (Al-Baqarah: 168)

Kelima, sesuai kemampuannya.
Allah Swt sangat menyukai suatu hal yang sesuai porsinya. Karena itu Islam diturunkan dengan fleksibelitasnya. Makan, minum, ibadah, bahkan shodaqoh islam menganjurkan sesuai porsi kemampuannya.

Allah berfirman:
Katakanlah: "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan." (QS. Al-An'am: 135)

Prof. Quraisy Shihab menjelaskan prihal pemberian. Dalam pemberian, seseorang tidak ada tekanan, sesuai kemampuan. Setidaknya jika bukan sesuatu yang terbaik, maka janganlah sesuatu yang terburuk yang diberikan. Jika kita mampu memberi makanan pokok berupa nasi bungkus atau nasi kotak, maka itu sangat bagus. Jika kita tidak mampu, cukup makanan yang disunnahkan ialah air dan kurma. Mengenai kuantitas, itu sesuai kemampuan para PPT. Bisa untuk 10, 100, 1000 atau 10.000 orang. Semakin banyak kuantitas, maka semakin berlipat-lipat keagungan keutamaannya.

Itulah lima syarat kualifikasi menjadi PPT. Jika lima syarat tersebut dipenuhi, maka Allah Swt akan memberikan 4 keagungan PPT sebagaimana yang telah diulas diatas.

Catatan terakhir, berlomba-lombalah dalam hal kebaikan. Dan jangan meremehkan hal yang sederhana, karena bisa jadi yang sederhana tersebut menyimpan suatu hal yang agung dibaliknya.

Maka dengan demikian ikhwan, jangan lagi menjadi 'Para Pemburu Takjil', naiklah jabatan menjadi SANG PPT, yaitu 'Para Pemberi Takjil'.

Semoga Bermanfaat...

-Agus Syairofi-

PUASA? BERSIAPLAH DIBAKAR

Patutlah kamu menangis jika kamu sampai saat ini tetap setia melaksanakan puasa ramadhan. Karena kamu akan dibakar, dibakar habis tanpa sisa. Api itu menyala-nyala, bergejolak seperti dalam tungku besar dimana di dalamnya hanya ada api yang siap menghabisi semua yang ada.

Ya, api itu akan membakar kamu yang berpuasa ramadhan. Membakar setiap kesalahanmu, membakar setiap catatan buruk mu, dan setiap dosa-dosamu. Api itu menyala-nyala dengan lapar mu, bergejolak dengan haus dahaga mu dan pada tungku puasa mu. Maka menangislah engkau, menangislah bahagia dengan jutaan rasa syukur karena hidayah dan taufiq Allah masih bersemayam dalam diri mu yang berupa keimanan, sehingga engkau mampu melaksanakan puasa ramadhan ini. Dan puasa itu adalah api yang membakar habis dosa-dosa mu.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud, "ketika tiba hari kiamat, Allah menghendaki kebaikan kepada salah seorang hamba-Nya dan memberikan catatan amalnya secara terang-terangan. Kemudia Allah memerintahkan hamba tersebut untuk membacanya dengan pelan. Lalu dia baca catatan itu dengan suara yang pelan hingga tidak seorangpun dapat mendengarnya. Kemudian para malaikat berkata: "Tuhanku apakah ini (membaca dengan suara pelan) pertanda pertolongan mu, bukannya dia ahli maksiat, dan bukannya Engkau telah mengancam untuk membakar para ahli maksiat?". Maka Allah Swt berfirman: "Wahai malaikatku sesungguhnya Aku sudah membakarnya di dunia dengan api lapar dan dahaga pada panasnya bulan ramadhan, Aku telah membakar dia pada hari (ramadhan) tersebut dengan api itu. Dan aku sudah mengampuni dosa dan kedurhakaan yang sudah dia lakukan di masa lalu. Dan Aku adalah Dzat yang Maha Dermawan yang banyak memberi. (Irsyadul Ibad, 373).

Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa ramadhan dan menegakkannya (tarawih dan qiyamul lail) dengan iman dan mengharap ridlo-Nya, maka Allah Swt mengampuni dosa-dosanya, sehingga ia seperti bayi yang dilahirkan ibunya." (HR. Muslim).

Kamu sekarang puasa? Maka bersiaplah untuk dibakar.

Catatan: Agus Syairofi

TOLE (SANG) DOSEN CINTA

Berawal dari pertemuan kita disalah satu SD di Kota Malang yang gak dingin lagi itu. Kebetulan saat itu gue sama si Tole sama-sama berjuang untuk tes seleksi agar diterima jadi guru di SD tersebut. Kita ketemu di kantor Yayasan yang juga merangkap kantor keuangan. "Halo Assalamualaikum". Sapanya. Sambil menyugukan tangannya berniat bersalaman sama gue. Gue jawab salam si lelaki bergaya flamboyan itu. Kami duduk, di sofa samping pintu keluar. Kita ngobrol, SKSD, gaya koplak dan kucluknya mencairkan suasana. Beberapa pertanyaan dia lontarkan terkait dengan wawancara yang gue alami lebih dulu.

Singkatnya, kita berlima yang dipanggil pagi itu, termasuk Gue dan si Kucluk Tole diapresiasi oleh Yayasan karena hasil tes kami terbaik sehingga kami berlima diterima menjadi pendidik di SD tersebut. Pertemanan telah dimulai. Sehari kami masuk sebagai pendidik, berasa sudah puluhan tahun kita kenal. Satu hal yang menjadikan kita begitu cepat akrab ialah sosok Tole yang koplak dan kucluk itu. Jika tidak ada si Tole, mungkin 4 dari kita akan saling kaku, dan mungkin juga butuh waktu untuk bisa menjadi akrab, itupun harus melerai kejaiman-kejaiman yang ada.

Keberadaan Tole benar-benar seperti bom pantat yang diledakkan ketika suasana hening di dalam angkringan. Bukan hanya itu, dia seperti 'jancok' yang menjadi kata pamungkas orang Surabaya menyapa teman barunya sebagai sapaan  konco kentel (teman akrab). Artinya, dia pencair suasana, pelepas kekakuan, penyatu dari kubu-kubu individualis pada satu keserikatan sosialis. Kerendah hatian Tole menjadikan para manusia keras kepala menjadi lunak kepala kayak ikan presto, menjadikan para manusia busung dada menjadi busung lapar karena harus terbahak mengikuti alur kocaknya. Dia juga tidak menunjukkan ke-aku-annya padahal ia berpotensi. Dia lebih memilih dibalik layar daripada dia harus berunjuk gigi.

Si Tole benar-benar Dosen bagi gue. Kemampuan percintaannya bikin kepala geleng-geleng hingga putus. Tidak bisa dipungkiri, bahwa dia adalah profesor Cinta, bahkan nalar logika gue dibuat bungkam olehnya. Tidak ada kata penolakan dalam kamus percintaannya. Awalnya gue tidak percaya, namun setelah gue telusuri faktanya, memang benar, data-data yang gue dapat benar-benar menunjukkan keilmiahan dari argumentasi si Tole bahwa dia adalah dosen cinta. Wajah yang gue bilang pas-pasan dengan perawakan tinggi dan sedikit gembul itu membuktikan hipotesanya dengan bukti nyata. Puluhan potret cewek yang takluk karena tidak bisa menahan cinta padanya pun dia tunjukan. Sehingga gue harus mengakui bahwa dia adalah 'guru' percintaan bagi gue. 

Ini bukan kisah sang Play boy kelas hiu, atau playboy insaf, bukan!. Ini adalah sedikit coretan tentang sosok lelaki yang dianugrahi high class interpersonal skill, dengan kesupelan, fleksibelitas dan solidaritas tingginya. Hingga menjadikan semua orang yang di dekatnya merasa NYAMAN.

Ya, dia Si Tole Dosen cinta. Dia menebarkan cinta, pada siapapun. 'Bahkan Bencongpun dibuat JATUH CINTA padanya.'

Catatan: Ofi Muhammad