Selasa, 15 September 2015

TRUK ATAU LAMBORGINI?

Di belantika pasar sekarang ini, quantitas lebih diprioritaskan daripada qualitas. Hasilnya, para penjual berlomba-lomba memoles fisik barang dagangannya daripada mutu barang tersebut. Bahasa entengnya sih yang penting dilihat bagus. Katakanlah alat transportasi, elektronik, bahkan sampai makanan pun dipoles sedemikian rupa, agar tampak waw, sehingga menarik seseorang untuk membeli.

Kalau kita menengok jaman jadul dulu, alat elektronik dibuat untuk durasi selamanya, model mah nomer 2. Namun jaman sekarang, terjadi sebaliknya, elektronik dan hal-hal yang lain, di buat dengan fisik dan model yang kinclong, namun kwalitas dikesampingkan. Itulah fakta yang harus kita angguk kan di era digital ini. Yang penting bagus, murah, it's okkey. Sedang barang yang kwalitasnya bagus, jarang di lirik, karena kebanyakan konsumen berduit tipis, namun gengsi besar. Akhirnya barang abal-abalan yang jadi alternatifnya. Pengen gaya, namun dengan bajet dikit, itu tujuannya.

Ketahuilah, yang berkualitas itulah yang mahal. Apapun itu. Tiada yang berkualitas itu murah. Karena yang murah hanya milik mereka yang mengesampingkan kwalitas, dan mendewakan kuantitas.

Mungkin seperti itu gambaran amaliyah yang berkualitas. Para produsennya mementingkan mutu daripada fisik. Amaliyah demikian diproduksi oleh pabrik-pabrik yang cerdas, dengan mesin-mesin yang bermutu, dan bahan-bahan yang terbaik. Pabrik-pabrik itu ialah mereka yang berjiwa muthmainnah, bermesin hati yang jernih, dan berbahan anggota tubuh yang terhindar dari dosa dan kemaksiatan. Mereka lah yang menghasilkan barang-barang yang berkualitas, yaitu keikhlasan.

Keikhlasan sangat berat, keikhlasan sangat sulit, karenanya hasilnya sangat mahal, dan hanya Dia yang hebat, kaya, intelektual tinggi, kuat dan berkuasa yang mampu menghargainya. Dialah Tuhan semesta alam yang akan membelinya dengan mahal. Ridlo-Nya lah yang menjadi tawarannya. Bukan hanya demikian, bonus pun Ia berikan sebagai rasa sukanya atas produk itu.

Namun untuk mereka yang sibuk dengan fisik, hanya mereka yang lemah, miskin, bodoh, dan kelas rendahan yang bersedia meliriknya, menghargainya, dan membayarnya dengan kekurangan-kekurangan mereka. Ialah mereka para manusia yang akan membeli dan menghargainya dengan duniawi yang kotor, penuh tipu daya, busuk dan menjijikkan. Sungguh malang para produsen yang burkutat pada mereka.

Karenanya sibuklah dengan kualitas amalmu, karena yang sedikit dengan qualitas tinggi (ikhlas), lebih mahal dari yang banyak namun kualitas rendah (penuh modus duniawi).

So, lamborgini jauh lebih mahal daripada truck pengangkut pasir.

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian, tidak pula kepada bentuk rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian." (HR. Muslim, dari Abu hurairah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar