Minggu, 18 Juni 2017

PUASA? BERSIAPLAH DIBAKAR

Patutlah kamu menangis jika kamu sampai saat ini tetap setia melaksanakan puasa ramadhan. Karena kamu akan dibakar, dibakar habis tanpa sisa. Api itu menyala-nyala, bergejolak seperti dalam tungku besar dimana di dalamnya hanya ada api yang siap menghabisi semua yang ada.

Ya, api itu akan membakar kamu yang berpuasa ramadhan. Membakar setiap kesalahanmu, membakar setiap catatan buruk mu, dan setiap dosa-dosamu. Api itu menyala-nyala dengan lapar mu, bergejolak dengan haus dahaga mu dan pada tungku puasa mu. Maka menangislah engkau, menangislah bahagia dengan jutaan rasa syukur karena hidayah dan taufiq Allah masih bersemayam dalam diri mu yang berupa keimanan, sehingga engkau mampu melaksanakan puasa ramadhan ini. Dan puasa itu adalah api yang membakar habis dosa-dosa mu.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud, "ketika tiba hari kiamat, Allah menghendaki kebaikan kepada salah seorang hamba-Nya dan memberikan catatan amalnya secara terang-terangan. Kemudia Allah memerintahkan hamba tersebut untuk membacanya dengan pelan. Lalu dia baca catatan itu dengan suara yang pelan hingga tidak seorangpun dapat mendengarnya. Kemudian para malaikat berkata: "Tuhanku apakah ini (membaca dengan suara pelan) pertanda pertolongan mu, bukannya dia ahli maksiat, dan bukannya Engkau telah mengancam untuk membakar para ahli maksiat?". Maka Allah Swt berfirman: "Wahai malaikatku sesungguhnya Aku sudah membakarnya di dunia dengan api lapar dan dahaga pada panasnya bulan ramadhan, Aku telah membakar dia pada hari (ramadhan) tersebut dengan api itu. Dan aku sudah mengampuni dosa dan kedurhakaan yang sudah dia lakukan di masa lalu. Dan Aku adalah Dzat yang Maha Dermawan yang banyak memberi. (Irsyadul Ibad, 373).

Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa ramadhan dan menegakkannya (tarawih dan qiyamul lail) dengan iman dan mengharap ridlo-Nya, maka Allah Swt mengampuni dosa-dosanya, sehingga ia seperti bayi yang dilahirkan ibunya." (HR. Muslim).

Kamu sekarang puasa? Maka bersiaplah untuk dibakar.

Catatan: Agus Syairofi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar