Minggu, 18 Juni 2017

TOLE (SANG) DOSEN CINTA

Berawal dari pertemuan kita disalah satu SD di Kota Malang yang gak dingin lagi itu. Kebetulan saat itu gue sama si Tole sama-sama berjuang untuk tes seleksi agar diterima jadi guru di SD tersebut. Kita ketemu di kantor Yayasan yang juga merangkap kantor keuangan. "Halo Assalamualaikum". Sapanya. Sambil menyugukan tangannya berniat bersalaman sama gue. Gue jawab salam si lelaki bergaya flamboyan itu. Kami duduk, di sofa samping pintu keluar. Kita ngobrol, SKSD, gaya koplak dan kucluknya mencairkan suasana. Beberapa pertanyaan dia lontarkan terkait dengan wawancara yang gue alami lebih dulu.

Singkatnya, kita berlima yang dipanggil pagi itu, termasuk Gue dan si Kucluk Tole diapresiasi oleh Yayasan karena hasil tes kami terbaik sehingga kami berlima diterima menjadi pendidik di SD tersebut. Pertemanan telah dimulai. Sehari kami masuk sebagai pendidik, berasa sudah puluhan tahun kita kenal. Satu hal yang menjadikan kita begitu cepat akrab ialah sosok Tole yang koplak dan kucluk itu. Jika tidak ada si Tole, mungkin 4 dari kita akan saling kaku, dan mungkin juga butuh waktu untuk bisa menjadi akrab, itupun harus melerai kejaiman-kejaiman yang ada.

Keberadaan Tole benar-benar seperti bom pantat yang diledakkan ketika suasana hening di dalam angkringan. Bukan hanya itu, dia seperti 'jancok' yang menjadi kata pamungkas orang Surabaya menyapa teman barunya sebagai sapaan  konco kentel (teman akrab). Artinya, dia pencair suasana, pelepas kekakuan, penyatu dari kubu-kubu individualis pada satu keserikatan sosialis. Kerendah hatian Tole menjadikan para manusia keras kepala menjadi lunak kepala kayak ikan presto, menjadikan para manusia busung dada menjadi busung lapar karena harus terbahak mengikuti alur kocaknya. Dia juga tidak menunjukkan ke-aku-annya padahal ia berpotensi. Dia lebih memilih dibalik layar daripada dia harus berunjuk gigi.

Si Tole benar-benar Dosen bagi gue. Kemampuan percintaannya bikin kepala geleng-geleng hingga putus. Tidak bisa dipungkiri, bahwa dia adalah profesor Cinta, bahkan nalar logika gue dibuat bungkam olehnya. Tidak ada kata penolakan dalam kamus percintaannya. Awalnya gue tidak percaya, namun setelah gue telusuri faktanya, memang benar, data-data yang gue dapat benar-benar menunjukkan keilmiahan dari argumentasi si Tole bahwa dia adalah dosen cinta. Wajah yang gue bilang pas-pasan dengan perawakan tinggi dan sedikit gembul itu membuktikan hipotesanya dengan bukti nyata. Puluhan potret cewek yang takluk karena tidak bisa menahan cinta padanya pun dia tunjukan. Sehingga gue harus mengakui bahwa dia adalah 'guru' percintaan bagi gue. 

Ini bukan kisah sang Play boy kelas hiu, atau playboy insaf, bukan!. Ini adalah sedikit coretan tentang sosok lelaki yang dianugrahi high class interpersonal skill, dengan kesupelan, fleksibelitas dan solidaritas tingginya. Hingga menjadikan semua orang yang di dekatnya merasa NYAMAN.

Ya, dia Si Tole Dosen cinta. Dia menebarkan cinta, pada siapapun. 'Bahkan Bencongpun dibuat JATUH CINTA padanya.'

Catatan: Ofi Muhammad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar