Selasa, 20 Juni 2017

KATARAK (Ketika Cahaya Tak Lagi Ku Lihat)

Katarak merupakan penyakit mata di mana lensa yang jelas mata menjadi keruh atau buram, menyebabkan penurunan penglihatan. Katarak menjadi penyebab paling umum kehilangan penglihatan atau kebutaan pada orang di atas usia 40 tahun dan merupakan penyebab utama kebutaan di dunia. Bahkan, ada lebih banyak kasus katarak di seluruh dunia dibandingkan glaukoma, degenerasi makula dan retinopati diabetes. (Lihat: ahlinyapenyakitmata.web.id).

Bukan hanya mata fisik. Katarak pun juga menyerang hati, menjadikan lensa hati menjadi keruh, sehingga menyebabkan kaburnya penglihatan hati bahkan terjadi kebutaan mata hati. Dan jika hal itu terjadi, maka yang tampak pada lensa hati hanyalah kegelapan sedang cahaya terang benderang akan hilang.

Katarak hati muncul dari cinta duniawi. Kecintaan akan alam benda beserta perhiasannya menjadikan daki-daki bermunculan pada lensanya. Semakin besar cinta tersebut maka semakin banyak daki yang dihasilkannya hingga tertutup semua lensanya, dan hilang penglihatannya (Lihat, QS. 63:9). Kecintaan pada alam benda ini tidak lain ialah kecintaan yang salah. Karena kecintaan pada alam fisik merupakan keciintaan pada yang sementara, pada yang semu, dan pada yang rusak. Sedang mengabaikan kecintaan pada yang kekal abadi Allah Swt.

Daki-daki yang bermunculan itu akan semakin banyak dan semakin menutupi lensanya. Maka tidak akan tampak lagi cahaya hakiki, cahaya abadi, cahaya yang terang benderang, dan yang tampak hanya kegelapan. Tidak tampak Allah dari pandangan hatinya, melainkan hanya gelapnya perhiasan-perhiasan kesenangan duniawi, yang dapat menjerumuskan pada keburukan, kedurhakaan, kemaksiatan dan dosa. Maka tujuan dari setiap perjalanannya hanya berputar-putar ditempat itu (duniawi).

Al-Arif billah Syaikh Tajuddin Ahmad Ibn Atha' berkata: "Bagaimana akan dapat bercahaya hati seseorang yang gambar dunia ini terlukis dalam cermin hatinya. Bagaimana berangkat  menuju kepada Allah, padahal ia masih terbelenggu oleh nafsu syahwat. Bagaimana akan dapat masuk menjumpai Allah, padahal ia belum bersih dari kelalaian. Bagaimana ia berharap akan mengerti rahasia yang halus dan tersembunyi, padahal ia belum taubat dari kekeliruannya." Sungguh dunia ini adalah penutup yang menghalangi hamba pada Tuhannya yang agung. Mengurung dia, membelenggu dia, membui dia pada gelapnya tabir kebutaan hatinya. Hingga tiada tampak dalam hatinya melainkan hanya kegelapan-kegelapan yang nyata.

Ya, semua karena daki-daki cinta duniawi, yang menumbuhkan 'Katarak' pada lensa hati, hingga hanya kegelapan yang tampak menyelimuti, dan cahaya terang benderang terlihat tanpa arti.

Catatan: Agus Syairofi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar